pelantar.id – Vendor Telepon seluler (ponsel) asal negeri China kian mengancam dominasi Samsung di pasar dunia. Vendor dari Korea Selatan itu harus memutar otak lebih keras, mengubah strategi agar target penjualan tercapai sekaligus menjaga minat generasi milenial untuk tak pindah ke lain produk.

Mengutip CNBC, CEO Samsung Mobile, DJ Koh mengatakan, Samsung akan memperkenalkan teknologi baru unuk menepis ancaman ponsel asal China. Teknologi baru itu nantinya akan dimainkan di produk kelas menengah seperti galaxy A, tak lagi fokus pada seri flagship seperti Galaxy S dan Note.

“Di masa silam, kami membawa teknologi baru dan diferensiasi untuk model flagship dan baru kemudian beralih ke kelas menengah. Tapi sekarang kami mengubah strategi, kami teknologi dan diferensiasi mulai di kelas mid end,” kata Koh, kemarin.

Koh menegaskan, dalam strategi itu, pihaknya akan sangat fokus pada generasi milenial yang tak bisa membeli ponsel flagship. “Bagaimana kami memberi inovasi berarti bagi milenial. Itulah alasan kami mencoba melakukan diferensiasi di ponsel kelas menengah,” katanya.

Menurut dia, strategi tersebut untuk mengantisipasi perlambatan penjualan smartphone secara global. Meski saat ini produk-produk vendor asal Korea Selatan tersebut masih cukup kokoh menguasai pasar, tapi secara penjualan sudah memasuki tahap kurang menggembirakan. Galaxy S9, misalnya, penjualannya berada di bawah target.

Selebritas Dian Sastrowardoyo memamerkan Galaxy S9 sesaat acara peluncuran yang digelar di Barcelona, Spanyol, Minggu (25/2/2018).
Foto: Kompas.com/Fatimah Kartini

Dari berbagai sumber disebutkan, Samsung awalnya menargetkan angka 320 juta unit untuk penjualan smartphone tahun ini. Kemudian setelah Galaxy S9 dan S9 Plus diperkenalkan pada publik, target ini ditingkatkan jadi 350 juta unit. Namun, analis memprediksi target tersebut sulit tercapai.

Sementara di waktu yang sama, vendor asal China seperti Huawei, Oppo, Vico dan Xiaomi saling berlomba memasarkan ponsel spesifikasi tinggi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding Samsung. Produk-produk ponsel China itu pun kini sangat mudah terlihat digunakan kaum remaja dan generasi milenial lainnya.

“Samsung akan bisa mengapalkan sekitar 73 juta unit smarthpone untuk kuartal kedua tahun ini, tapi dengan volume pengapalan unit S9 dan S9 Plus yang turun,” ungkap analis Noh Geung Chang dari HMC Investment & Securities dikutip dari The Investor, Senin (25/6/2018).

Chang menilai, penurunan tersebut bisa menjadi angka yang paling rendah untuk penjualan Galaxy S series sejak 2012 silam. Menurutnya, Samsung akan mengalami kekecewaan karena angka penjualan mereka yang jauh dari target.

Samsung saat ini masih menjadi vendor smartphone dengan pangsa pasar terbesar dunia. Tahun lalu, Samsung berhasil menjual sebanyak 80,2 juta perangkat. Tapi menurut lembaga riset Gartner, pangsa pasar Samsung yang mencapai 20,5 persen pada awal 2018, masih lebih kecil dibanding periode yang sama pada 2017, sebesar 20,8 persen. Sementara itu, Xiaomi mengalami pertumbuhan penjualan 124 persen secara year-over-year sehingga pangsa pasar globalnya pada kuartal pertama mencapai 7,4 persen.

Dalam klasemen 5 besar vendor ponsel teratas dunia, 3 diantaranya dikuasai oleh ponsel China yaitu, Huawei di posisi 3, Xiaomi urutan 4 dan Oppo di posisi kelima. Sedangkan posisi puncak masih Samsung dan urutan kedua ditempati Apple.

 

 

Editor : Yuri B Trisna