Pelantar.id – Hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam pada beberapa rumah sakit di Kota Batam beberapa waktu lalu, didapat hasil tracing dari closes contact kasus 18 dan kasus baru Warga Negara Asing yang tergabung dalam Jama’ah Tabligh Kota Batam.

Di antaranya satu orang perempuan warga Batam dan satu orang laki-laki Warga Negara Asing yang merupakan Jama’ah Tabligh di Batam.

Perempuan tersebut berinisial “Nn. GM” usia 36 Tahun, Guru, beralamat di Kawasan Perumahan Batam Centre Kecamatan Batam Kota.

Ini menjadi kasus baru No. 31 yang ditenggarai close contact dengan kasus terkonfirmasi positif No. 18 Kota Batam yang merupakan temannya dan saat ini sudah dinyatakan sembuh.

Yang bersangkutan menyatakan pernah mendampingi temannya tersebut pada saat di rawat salah satu RS Swasta di Kawasan Batam Centre tanggal 20 – 22 Maret 2020 dan setelah itu tidak pernah contact fisik lagi kecuali hanya melalui telepon seluler.

Sesuai dengan hasil tracing terhadap kasus No. 18 kepada yang bersangkutan dilakukan RDT, yang pertama tanggal 17 April 2020 dengan hasil “Reaktif” kemudian pada tanggal 27 April 2020 dilakukan kembali RDT dengan hasil juga “Reaktif”.

Selanjutnya pada tanggal 30 April 2020 dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan yang hasilnya
diketahui pada tanggal 03 Mei 2020 dengan terkonfirmasi “Positif”.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan cukup stabil dan tidak pernah merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta sedang proses persiapan untuk dilakukan perawatan isolasi di rumah sakit rujukan RSUD Embung Fatimah Kota Batam.

Kemudian untuk WNA, seorang laki-laki berinisial “Tn. SAA” usia 56 Tahun. Alamat sementara disalah satu Masjid di Kawasan Sei Harapan Sekupang Kota Batam.

Merupakan kasus baru No.
32 Kota Batam. Perlu diketahui yang bersangkutan tiba di Batam (Pelabuhan Batam Centre) pada tanggal 02 Maret 2020 menggunakan kapal laut dari Singapore, selanjutnya tinggal dan menetap bersama jama’ah tabligh lainnya di salah satu Masjid di Kawasan Sei Harapan Sekupang Kota
Batam.

Kemudian pada tanggal 12 April 2020 yang bersangkutan dirawat disalah satu RS Swasta di Kawasan lubuk Baja sehubungan dengan gangguan infeksi pada kaki kanannya akibat penyakit
gula yang dideritanya.

Setelah dilakukan tindakan debridement dan perawatan diperbolehkan pulang pada tanggal 15 April 2020, namun sebelumnya terlebih dahulu telah dilakukan RDT
dengan hasil “Non Reaktif”
Kemudian pada tanggal 29 April 2020

Yang bersangkutan dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam. Dari pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui pada tanggal 03 Mei 2020 dengan terkonfirmasi “Positif

Saat ini tim survelans sedang terus melakukan proses contact tracing terhadapsemua orang yang ditenggarai berkontak dengan kasus tersebut.

(*)