pelantar.id – Pelabuhan Kandis di Pulau Buru, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau ditutup karena kondisinya yang cukup memprihatinkan. Di beberapa bagian pelabuhan tampak tiang penyangga sudah keropos dan nyaris ambruk.

Untuk mencegah muncul korban, pihak Kecamatan Buru bersama Polsek Buru memasang garis polisi di area pelabuhan tersebut, Senin siang (27/8).

“Menurut kajian teknis Dinas Perhubungan, pelabuhan tersebut sudah tidak layak dipakai. Karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami pasang garis polisi,” kata Camat Buru, Helmi, Selasa (28/8).

Helmi mengatakan, aktivitas di pelabuhan tersebut memang cukup padat, sebagai akses masyarakat dan anak sekolah. Selama Pelabuhan Kandis ditutup,  segala aktivitas di pelabuhan itu dialihkan ke Pelabuhan Pangkalan Balai yang jaraknya cukup jauh, sekira 2 kilometer.

Pihak Kecamatan Buru dan Polsek Buru memasang garis polisi di Pelabuhan Kandis, Senin (27/8). Foto: PELANTAR/Abdul Gani

Menurut Helmi, menjelaskan, Pelabuhan Kandis menjadi prioritas pembangunan pihaknya tahun 2019 mendatang. Rehabilitasi pelabuhan akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Karimun dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Usia pelabuhan itu memang sudah cukup tua, sudah lebih 10 tahun sehingga perlu ada beberapa perbaikan di beberapa bagian,” katanya.

Seperti diketahui, sudah dua kali peristiwa ambruknya pelabuhan di Pulau Buru. Pertama, pada 19 Desember 2016. Waktu itu penumpang kapal baru saja turun dari kapal dan akan naik ke darat melalui Pelabuhan Buru, namun baru saja menginjakkan kaki pada tangga pelabuhan, tangga itu tidak kuat menahan beban. Empat orang tercebur ke laut.

Beruntung, keempat orang iti takt mengalami luka serius. Menurut warga sekitar, usia Pelabuhan Buru itu sufab lebih dari 15 tahun dan belum pernah ada kegiatan perbaikan atau rehabilitasi.

Kejadian yang kedua, pada April 2018. Penghubung ponton dengan selasar di Pelabuhan Ponton, depan Masjid Raja Haji Abdul Gani Pulau Buru juga ambruk. Potongan besi yang patah karena keropos itu pun tercebur ke laut dan ponton tidak dapat lagi digunakan. Peristiwa itu tidak memakan korban, namun menghambat aktivitas masyarakat.

 

Reporter : Abdul Gani

Editor : Yuri B Trisna