pelantar.id – Film Dark Waters merupakan film investigatif yang diangkat dari kisah nyata berdasarkan laporan mendalam The New York Times yang dirilis pada 2016. Artikel tersebut berjudul: The Lawyer Who Became DuPont’s Worst Nightmare.

Film ini sedang tayang di bioskop Indonesia, namun tak ramai tayang dan tampaknya tak akan bertahan lama karena film-film liburan mulai menggeser posisinya. Sebagai film investatif, film ini secara penggalian cerita hampir mirip dengan film investigasi lainnya, The Post dan Spotlight.

Memang Dark Waters bukan film blockbuster berbiaya besar, tapi secara penggarapan cerita, Dark Waters mendapat perhatian di Rotten Tomatoes dengan nilai 94persen.

Dark Waters perlu mendapat atensi, karena dari kisah yang diangkat kita akan disadarkan dengan kejadian-kejadian yang mungkin juga bisa temukan di lingkungan. Contoh sederhana saja soal teflon.

Setelah menonton film Dark Waters, kita akan menjadi sedikit khawatir dan berpikir, amankah menggunakan teflon selama ini? Bahaya menggunakan teflon memang menjadi spesifik masalah dalam skop film ini, namun Dark Waters bukan sekadar mengungkap fakta itu tetapi kita akan digiring pada masalah yang lebih general.

Dimulai dari perjuangan seorang pengacara bernama Robert Billot (Mark Ruffalo) yang melawan perusahaan kimia raksasa DuPont atas kasus pencemaran senyawa kimia PFOA alias C-8 sejak 1998 dan diungkap ke publik pada 2001. Dan senyawa C-8 ini akhirnya ditemukan juga di teflon, diproduk rumah tangga lainnya, makanan dan kemudian melebar pada kasus pencemaran lingkungan dan air.

Efek dari C-8 ini sangat fatal pada tubuh manusia, dalam film ini digambarkan akibat C-8 beberapa orang menderita kanker, gangguan lahir dan kerusakan gigi. Film ini menyimpulkan C-8 bisa ditemukan hampir 90 persen di tubuh manusia.

Selain itu, Robert Billot juga harus melawan perusahaan besar atau sekelompok kapitalis yang tamak tersebut yang menggunakan segala cara agar mereka terbebas dari tuntutan hukum akibat penggunaan C-8 di produk yang mereka produksi.

Kisah asli dari masalah pencemaran PFOA alias C-8 oleh DuPont sebenarnya sudah dimulai sejak dekade ’50-an. Namun, Robert Billot baru menangani kasus ini sejak tahun 1998 hingga berlarut-larut ke tahun 2016.

Selain itu, kasus yang diselesaikan Robert adalah kasus besar dan berhubungan dengan kaum kapital yang mampu mempengaruhi kebijakan pemerintah setempat.

Konflik di film ini tidak sengit, tapi film ini tetap menimbulkan rasa penasaran, bagaimana Robert Billot berupaya mengungkap kasus yang juga membahayakan dirinya. Film ini layak mendapat tempat, dan setidaknya dapat menyadarkan penonton dengan isu-isu lingkungan.

Dark Waters disutradarai Todd Haynes dan ditulis oleh Mario Correa dan Matthew Michael Carnahan. Selain Mark Ruffalo, film ini juga dibintangi oleh Anne Hathaway, Tim Robbins, Victor Garber, Mare Winningham, William Jackson Harper, dan Bill Pullman.