pelantar.id – Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 pada 17 Agustus 2018 menjadi momen yang ditunggu oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk para narapidana. Di hari kebebasan tersebut, biasanya pemerintah memberi remisi atau pemotongan masa tahanan untuk beberapa napi.

Dari ribuan napi di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau, sebanyak 1.685 orang mendapat remisi, dan 78 orang langsung bebas. Namun di dalammya tak ada nama napi untuk kasus korupsi di Batam.

Di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Barelang, Kota Batam misalnya, tak memasukkan dua napi kasus korupsi dan gratifikasi dalam daftar usulan penerima remisi Hari Kemerdekaan. Satu napi kasus korupsi adalah mantan pegawai Imigrasi, dan satu napi kasus gratifikasi adalah pengusaha.

Kedua napi itu tak diusulkan karena tidak memenuhi syarat administrasi untuk diajukan mendapat pemotongan masa tahanan, salah satunya adalah justice collaborator, atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penyidik atau jaksa penuntut umum dalam mengungkap kasus tertentu.

“Saya tak bisa menyebut nama dua napi tersebut,” kata Kepala Lapas Klas II A Barelang, Surianto.

Baca Juga :

1.696 Napi Kepri Dapat Remisi, 78 Orang Langsung Bebas

Di Lapas Klas II Barelang, napi yang mendapat remisi sebanyak 649 orang. Sebanyak 48 orang di antaranya, sudah selesai menjalani masa hukuman pokok. Meski demikian, hanya 9 orang yang bisa langsung bebas, sedangkan 39 napi lagi, masih harus menjalani pidana subsider mulai dari tiga hingga enam bulan ke depan.

Secara keseluruhan, ada 1.685 napi di Kepulauan Riau yang menerima remisi Hari Kemerdekaan ke-73 tahun ini. Pemberian remisi tersebut secara simbolis dilakukan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Lapas Klas II A Tanjungpinang di Kilometer 18 Kijang, Bintan, Jumat (17/8) lalu.

Pemberian remisi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor PAS-419.PK.01.01.02 Tahun 2018. ri 1.685 warga binaan yang mendapat remisi tersebut, 78 orang di antaranya dinyatakan langsung bebas. Rinciannya, di Lapas Kelas II A Tanjungpinang sebanyak 352 orang dengan napi yang langsung bebas 7 orang, Lapas Kelas II Batam 666 orang (47 orang bebas).

Kemudian, di Lapas Narkotika Batam remisi diberikan kepada 99 orang napi dengan 10 orang langsung bebas, Lapas Perempuan (LPP) Batam 72 orang (2 bebas), Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Batam 33 orang (1 bebas), Rutan Kelas I A Tanjungpinang sebanyak 84 orang (2 bebas), Rutan Batam 132 orang (6 bebas), Rutan Tanjungbalai Karimun 137 orang (3 bebas) dan Cabang Rutan Dabo Singkep ada 32 napi yang menerima remisi, tanpa ada yang langsung bebas.

Editor : Yuri B Trisna