pelantar.id – Mobil Mitsubishi Xpander dalam negeri akan menggunakan mesin yang komponen terbesarnya diproduksi di Nissan Motor Indonesia (NMI), anak perusahaan Nissan Motor Co., Ltd di Indonesia. Semua keputusan terkait mesin Xpander di dapur produksi NMI ini seluruhnya diserahkan pada Nissan.

Chief Executive Mitsubishi Motors, Osamu Masuko mengatakan, dengan diproduksinya mesin Xpander oleh Nissan akan menambah rasio penggunaan suku cadang lokal dari 70 persen menjadi sekitar 80 persen.

“Kami keluarkan Rp540 miliar untuk penambahan produksi mobil Mitsubishi di tahun 2020. Namun, untuk lokalisasi mesin Xpander, investasinya di Nissan bukan Mitsubishi. Nissan akan punya investasi tersendiri untuk produksi mesin Xpander,” katanya di Jakarta, kemarin.

Dengan demikian, nantinya Mitsubishi akan membeli mesin dari pabrik Nissan. Nissan yang produksi, kemudian akan dipasok ke Mitsubishi Xpander. Di fasilitas yang dimiliki NMI, bisa memproduksi 160.000 unit mesin per tahunnya. Langkah ini akan berjalan mulai April (fiscal year) 2020.

“Kami memang utilisasi pabrik Nissan, tapi semua keputusannya ada di Nissan terkait investasi, jumlah produksi, dan lain sebagainya,” kata Osamu.

Saat ini, Mitsubishi Xpander telah membukukan angka pemesanan di Indonesia hingga 100.000 unit lebih sejak diperkenalkan pada Agustus 2017. Pada Maret dan Juli 2018, Xpander menduduki posisi pertama pada daftar volume penjualan kendaraan di Indonesia.

Baca Juga : Xpander Masih Dihantui Masalah Inden

Osamu mengatakan, dengan mengembangkan bisnis di Indonesia, MMC berkomitmen memberikan kontribusi secara berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Satu di antaranya adalah penambahan volume produksi untuk memenuhi permintaan domestik dan ekspor serta lokalisasi mesin Xpander.

Terkait aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi, secara global Mitsubishi Motors kini ada di bawah kendali Nissan Motors setelah diakuisisi pada tahun 2016 lalu. Sebesar 34 persen saham Mitsubishi Motors sudah dimiliki Nissan dengan nilai USD 2,2 miliar atau setara Rp29,3 triliun.

 

Sumber : Detik.com